Birthday

Alhamdulillah tahun ini 30 tahun sudah saya menjalani hidup. Banyak pengalaman suka maupun duka yang telah dialami. Teruntuk diriku yang telah setia menemaniku dalam keadaan apapun, terima kasih ya. Masih banyak perjalanan hidup yang perlu kita lalui, ayo kita melangkah lagi bersiap menuju level kehidupan yang lebih jauh.

Krisna birthday

Tiup lilin bersama Angel’s Squad

Melupa Dengan Rela

Jika nanti kita tidak lagi saling peduli dan saling menghindari, ingatlah bahwa bagaimanapun akhir dari kisah ini aku tidak menyesal telah jatuh hati kepadamu.

Bila nanti kau mendadak meragukan aku, ingatlah bahwa jauh sebelum akhirnya aku memlih bersamamu, aku telah melepas bayang-bayang masa lalu.

Bila nanti kau merasa bosan bersamaku, ketahuilah bahwa aku tidak hanya sedang belajar menjadi pasangan yang baik, tapi aku juga belajar menjadi pasangan yang menyenangkan untukmu.

Bila nanti kau tidak setia dariku, ketahuilah bahwa aku rela mematahkan yang lainnya demi menyelamatkanmu.

Bila nanti kamu ingin dengan sengaja menyakitiku, ketahuilah bahwa untuk menjaga kamu aku begitu berhati-hati.

Bila nanti kamu ingin berniat meninggalkanku sendiri, ketahuilah bahwa ada seseorang yang begitu bersyukur sebab telah diperkenankan Tuhan untuk mendampingimu.

Seseorang itu adalah aku.

Bila nanti kamu ingin berbahagia bersama seseorang yang bukan aku, ketahuilah bahwa aku akan dengan rela melepasmu bila itu menjadi bahagiamu.

Setidaknya seperti apapun kisah kita nanti, aku siap dengan segala kemungkinan yang ada dan aku akan menerimanya.

Saat segalanya sudah siap terjadi walau berakhir dengan saling kehilangan, satu yang harus kamu tahu bahwa aku bahagia karena kita dapat saling berbagi cinta.

Diatas keraguanku aku tahu bahwa mungkin akhir dari kita adalah harus saling rela untuk melupa. Aku tidak tahu apakah melupakanmu akan menjadi mudah untuk ingatanku.

Melangkah Menjauhimu

Teruntuk kamu seseorang yang dicintai begitu baik olehku, mungkin tulisan ini tidak terbaca olehmu. Tak apa, aku menulis ini hanya ingin membuat hatiku sedikit lega. Aku sudah tidak bisa menyimpannya di kepala maka aku akan menuliskannya bersama kata-kata.

Jika suatu hari nanti kamu melihatku mulai melangkah mundur menjauhimu bahkan berjalan membelakangi langkahmu, ketahuilah aku pernah begitu sabar menunggumu didepan pintu berharap kamu mempersilahkan aku masuk dan duduk. Tapi penantian baikku tidak pernah ternilai baik dimatamu. Aku tidak ingin marah kepadamu aku juga tidak akan menyalahkanmu, setiap orang berhak memilih siapa saja yang boleh dipersilahkan masuk kedalam hidupnya termasuk juga kamu.

Aku senang menunggumu, jika waktu mengizinkan mungkin bisa selamanya aku menantimu. Tapi tidak demikian. Ketidakmampuanku menunggu memiliki batas waktu. Kepadaku waktu berbisik, bahwa kesabaran manusia dalam menunggu sesuatu bisa memiliki batas waktu. Maka sebelum aku benar-benar pergi menjauhimu terimalah permohonan maafku.

Aku harus mengaku bahwa ternyata bukan aku yang memenangkan hatimu, bahwa ternyata aku telah gagal menjadi seseorang yang pantas untuk dicintaimu, bahwa ternyata aku harus bersedia menerima kekalahanku atasmu. Tapi yang lebih menyakitkan adalah bahwa aku harus menjadi rela untuk mengikhlaskanmu berbahagia bersama seseorang yang bukan aku.

Kelak sepanjang hidup aku akan terus berdoa untuk kebahagiaanmu tanpa sedikitpun mengutuk masa lalu. Tapi satu hal yang harus kamu ketahui bahwa aku pernah percaya malaikat manjaga cintaku yang untukmu, sampai akhirnya aku tiba pada takdir yang memintaku untuk menjauhimu.

Sincerely, Me
– Bii –

Titik Balik

2019 memberikanku beragam cerita. Beragam pengalaman berharga. Mungkin kalian juga merasakan hal yang sama.

Ada yang di tahun 2019 ini kehilangan anggota keluarganya. Yang sudah setia menemani tiap langkahnya. Yang sudah ikut mendidik dan membesarkannya. Namun ada juga yang di tahun 2019 ini dianugerahi satu keluarga baru. Yang kelahirannya telah lama ditunggu. Yang pecah tangisnya mengundang haru.

Ada yg di tahun 2019 merasakan patah hati. Kehilangan sosok kekasih. Yang selama ini dicintai sepenuh hati. Yang katanya ingin bersama sampai tua nanti. Namun ada juga yang di tahun 2019 ini cintanya terbalaskan. Tidak lagi bertepuk sebelah tangan. Rindunya tak lagi sebatas angan.

Ada yg di tahun 2019 ini mungkin merasa jauh dari Tuhannya. Tidak lagi seperti sedia kala. Berbuat dosa tak lagi merasa ada yang salah. Namun di tahun 2019 ini juga ada yang kembali ke dalam dekapan-Nya. Menyadari segala kekeliruannya. Berusaha jadi pribadi baik dengan istiqomah.

Ada yang di tahun 2019 ini mengalami fase terburuknya. Tidak ada yang sesuai rencana. Kegagalan bergantian datang menyapa. Namun ada juga yang di tahun 2019 ini menemukan kedamaian hatinya. Berusaha bangkit dari rasa gelisahnya. Lebih mengapresiasi dirinya. Lebih ringan kakinya melangkah.

Aku pribadi merasa tahun 2019 merupakan tahun paling sulit selama 29 tahun nunut nafas di bumi. Apalagi beberapa bulan terakhir ini. It’s really driving me crazy.

Saya percaya tiap orang juga punya cerita up and down sendiri. Ada kala dimana kalian bersedih dan berurai air mata. Namun ada juga momen saat wajah kalian dihiasi gelak tawa. Ada masa kalian merasa seorang diri. Namun ada momen dimana kalian dikelilingi orang-orang terkasih.

Aku tidak ingin resolusi yang muluk-muluk untuk tahun 2020. Aku cuman berharap segalanya membaik. Lebih bisa mensyukuri hidup. Lebih bisa menghargai sosok yang sudah setia menemani. Semoga tahun 2020 menjadi tahun yg lebih ramah buat kita. Yang akan menjadi titik balik hidup kita semua.

Kalau Nanti

Kalau suatu hari nanti aku gagal dalam segala hal. Apakah kau masih tetap bertahan tinggal?

Kalau suatu hari nanti kita tidak mendapatkan kehidupan yang lebih baik, bahkan setelah aku bekerja sepanjang hari, mengusahakan segalanya. Apakah kau masih ingin bertahan denganku?

Kalau suatu hari nanti aku tidak dapat memenuhi janji-janji untuk membahagiakanmu, untuk membuat hidupmu jadi lebih nyaman, untuk membawamu ke tempat-tempat jauh, melihat hal-hal yang tak kita temui disini. Apakah kau masih bersedia mendampingiku?

Kalau suatu hari nanti satu diantara kita lelah, satu diantara kita ingin berhenti. Apakah kamu masih ingin bertahan untuk memperjuangkan segalanya denganku? Apakah kau masih bersedia bersabar, mengingatkan kembali segala sesuatu yang kita bangun dari dulu?

Tak ada yang pasti di dunia ini. Janji-janji bisa saja tak terwujud. Segala usaha bisa saja tak membuahkan hasil sesuai yang diinginkan.

Jika hal pahit yang kau terima. Jika bukan kenyamanan dan kebahagiaan yang kau bayangkan di awalnya.
Jika hidup sedang diuji oleh hal-hal berat lainnya. Akankah kau masih bersedia untukku?

Jarak

Bukanlah masalah untuk jaman sekarang. Semua dipermudah untuk mencapai sebuah jarak. Tinggal kita sanggup kah untuk menghadapi jarak itu. Sanggup bertahan dikala rindu. Sanggup menerima keterbatasan perasaan. Walau hanya bisa memandang sebuah bayangan, tapi itulah asiknya rindu. Membuat kita semakin menghargai, bahkan tidak ingin lepas dari seseorang yang dirindukan. Mungkin sepele tapi terkadang jarak dibutuhkan untuk mempererat apa yang kita rasakan.

Persib Juara Piala Presiden 2015

Kemarin Minggu, 18 Oktober 2015, final liga sepak bola Indonesia Piala Presiden digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Klub yang bermain di laga ini yaitu Persib Bandung vs Sriwijaya FC. Sebagai warga Bandung sendiri saya merasakan euphoria yang begitu besar dari warga Bandung. Berbagai lapisan masyarakat manapun banyak yang fanatik terhadap sepak bola, jadi ya wajar saja persiapannya edun dan lebay, hahaha. Tidak hanya Bandung saja ternyata, banyak warga Jawa Barat yang ikut mendukung Persib hingga memenuhi stadion GBK. Jelas sekali stadion GBK rame pecah oleh Bobotoh dan supporter dari Sriwijaya juga. Bahkan partai final ini sampai disebut status Siaga 1, omg.. bencana asap yang menimpa masyarakat Sumatra, Kalimantan dsb. aja kalah penting dong..

Keberangkatan bobotoh dari Bandung menuju Jakarta mendapat kawalan dari polisi, kamu mungkin bisa liat di media mengenai ini. Kawalannya dimaksudkan supaya aman tidak ada bentrokan dari supporter tetangga sebelah. Kalo saya sih gak ikutan ke GBK, nobar aja di lingkungan RT hehe.. Continue reading →

My Birthday

Yesterday was my birthday. I was getting old in a number but still young in my soul. Thas’s the life should be, hahahaha.

Last night in the cold of weather, I sit in the chair with the calm atmosphere, watch a sky full of stars. Suddenly I got a bucket in full of water ice, flush on my body. Jeburrr… O my God I was shock. “Hey what happen?” Then I realize this is my birthday. My friends gave me a surprise. Hahaha, sure I’m happy. But.. Water ice in the cold of night. I coldness! But with this moment, coldness is nothing. I said very very thank you for the surprise brothers and thanks to all crew Garasi. By the way, people didn’t wrong to guess my years old, altough they miss it’s just a little. So I dressed with the right should be I must looked. Haha..

Krisna's Birthday