Dimensi-dimensi Ruang di Alam Semesta

Kalau bicara soal ‘Dimensi Lain’ kita cenderung berpikir bahwa dimensi adalah sesuatu seperti dunia paralel. Yaitu dunia yang sama dengan dunia kita, namun memiliki realita yang berbeda. Akan tetapi dimensi dan perannya dalam mengatur keberadaan alam semesta kita akan terlihat berbeda dari pandangan mainstream orang kebanyakan.

Untuk mempersingkat, dimensi itu hanyalah sejumlah aspek berbeda dari apa yang kita anggap sebagai realitas. Anda pasti mengetahui tiga dimensi ruang awal yang ada disekitar kita yaitu dimensi yang menjelaskan panjang, lebar, dan kedalaman dari segala obyek yang ada di alam semesta kita.

Ketiga dimensi ruang itu dapat dilihat dengan mudah, namun diatasnya, dimensi ruang keempat dan seterusnya, observasi biasa akan sulit dilakukan. Dalam kerangka teoritis dari teori Superstring (Supersymmetric String) menyebutkan bahwa alam semesta ada dalam sepuluh dimensi yang berbeda. Kesepuluh dimensi ini adalah aspek yang mengatur alam semesta, gaya fundamental di alam, dan semua partikel elementer yang terkandung di dalam alam semesta.

Credit: NASA

Credit: NASA

♦ 0 Dimensi ruang, sebuah titik:
——————————–

Kita mulai dari sebuah titik. Sebuah titik pada sebuah bidang tidak punya ukuran panjang maupun lebar, hanya titik. Titik hanya memberikan posisi, tanpa ukuran.

♦ 1 Dimensi ruang, sebuah garis:
———————————
Taruhlah ada dua titik disebuah bidang. Tentu keduanya tidak memiliki ukuran apapun, hanya sebuah posisi. Dimensi pertama sederhananya adalah sebuah garis yang menghubungkan keduanya. Kini ia sudah memiliki sebuah ukuran, yaitu panjang.

♦ 2 Dimensi ruang, sebuah bidang:
——————
Tapi bagaimana jika kita hidup dalam dunia 2-Dimensi ruang?
Maka yang terlihat adalah segala yang kita lihat terlihat dalam aspek 2-Dimensi ruang. Kita yang hidup dalam dunia 2-Dimensi ruang tidak bisa melihatnya dalam 3-Dimensi ruang. Segala yang 3-Dimensi akan terproyeksi dalam 2-Dimensi ruang. Anggap saja seperti kita melihat sebuah foto rontgen, ilustrasi dibawah dapat membantu.

♦ 3 Dimensi ruang, sebuah bangun:
——————
Jika kita taruh pada analogi cabang, kita bisa melihat sebuah semut berjalan melewati cabang, masuk dalam suatu titik dan keluar di titik berbeda dengan cabang yang berbeda pula, ini dapat di wakilkan pada pelipatan pada cabang dan membuatnya terlihat masuk akal.

Setahu saya, yang kita ketahui saat ini ialah object-object 3D, termasuk tinta, ini kaitanya dengan compactivity, compacitivity sesuatu yang kecil bakal keliatan lebih besar kalau kita perbesar.
Sama ketika kita anggap semut dari jauh cuma titik, dan pas dilihat deket ternyata semut yang notabene punya panjang tinggi lebar.
Max Born — ‘Physics as we know it will be over in six months.’ Tinggal ngukur diameter electron. :
www.quora.com/Why-did-Nobel-Prize-winner-Max-Born-make-a-statement-that-physics-as-we-know-it-will-be-over-in-six-months

Kalau memang ada mahkluk hidup yang hidup di dunia 1D, berarti dia cuma bisa gerak ke kanan atau kiri dong, dan kalo mahkluk hidup 2D cuma bisa gerak kanan kiri dan depan belakang, gak bisa atas bawah.

Ini adalah dunia 3D, yang bisa idup di dunia 3D hanyalah benda yang punya : P x L x T (katakanlah saya percaya konsep semesta dalam dimensi). Tapi menurut saya. Titik yang imajiner (Dimensi 1/ 1D) dan luas tanpa kedalaman (2D) does not exist or exist with small probability of existance. Jadi menurut saya 1D, 2D dan 3D ya cuman penggambaran pemaham kita terhadap titik, koordinat, luasan dan bangun.

Dimensi ke 3 bisa juga dapat dibuktikan dengan penggunaan rumus polihedral euler :

V-E+F=D-1
(Dimana V=vertices / titik), (E=Edges / rusuk), (F=Faces/ permukaan), (D=Dimension / dimensi)

Sebagai contoh kubus dapat diidentifikasi sebagai bentuk geometri 3 dimensi karena memiliki 8 titik, 12 rusuk, 6 permukaan, sehingga :

8-12+6=D-1
2=D-1
D=3

Terbukti bahwa kubus adalah suatu bentuk geometri dimensi ke-3, tapi sepertinya untuk dimensi yang diatas 3. Tapi rupanya diatas dimensi 3 tidak dapat menggunakan polyhedral euler ini.

Perhitungan Tesseract 4D:
en.wikipedia.org/wiki/Tesseract
16-32+24=D-1
8=D-1
D=7

Jadi Polihedral euler tidak dapat diaplikasikan kepada dimensi yang lebih tinggi daripada 3D.

♦ 4 DIMENSI RUANG, sebuah Hypercube atau Tesseract:
——————
Kita sudah mengerti 3 Dimensi awal, dimensi pertama diwakili oleh “panjang,” dimensi kedua diwakili oleh “lebar,” dan di dimensi ketiga diwakili oleh “kedalaman.”
Namun apa yang bisa mewakilkan dimensi keempat?
Jawabannya adalah “durasi.”
Jika kita melihat sebuah kubus pada 1 menit yang lalu dan kubus pada saat yang sekarang, maka garis yang menghubungkan keduanya adalah dimensi keempat.

Dan jika kita buat saja sebuah ilustrasi yang menggambarkan waktu kita lahir hingga kita saat ini, dan sebuah garis menghubungkannya. Maka ini adalah bagaimana kita kelihatannya dalam 4-Dimensi, namun karena kita hidup dalam 3-Dimensi maka, kita tidak akan bisa melihat diri kita dalam 4-Dimensi. Waktu adalah hal yang substansial dalam menentukan sebuah materi dalam titik tertentu. atau Waktu. Nah disini uda mulai kompleks. Karena kita terjebak di dimensi keempat ini, makanya kita agak susah membayangkan. Sama seperti dimensi kesatu disusun jadi dimensi kedua dan seterusnya, dimensi ketiga disusun maka membentuk dimensi keempat. Anggap dimensi ketiga adalah sebuah titik, dan titik ini disusun sambung menyambung menjadi yang kita sebut “timeline”.

Contoh gampangnya klo kita nonton video. Video terlihat bergerak karena ada frame. Frame, simplenya gambar diam yang terus berganti sepersekian milisecond membentuk animasi bergerak. Kalo frame ini adalah dimensi ke-3, maka kumpulan frame2 yang saling menumpuk jadi sebuah video adalah dimensi ke-empat. Setiap pergerakan yang kita lakukan, moment dan event yang kita alami dari lahir sampe saat ini ada karena adanya waktu ato dimensi keempat. Kalo gak ada waktu, bayangkan video yang di pause.

Ada versi lain:

Sebenernya kalo kita bicarain dimensi, kita bicarain dimensi spasial, jadi waktu hanyalah sebagai arah dari dimensi tersebut, bukan termasuk ke dalam dimensi. Banyak yang beranggapan bahwa dunia kita itu 4 dimensi, padahal pernyataan tersebut kurang tepat, yang lebih tepat adalah 3 dimensi ruang + 1 dimensi waktu. dimensi ruang ke-4 bisa dianalogikan sebagai dimensi yang ortogonal terhadap 3 sumbu koordinat x y z yang membangun dimensi ruang 3d yang kita selama ini ketahui, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Memang tidak terbayang, karena kita sendiri hidup di dimensi ruang 3. mungkin dalam konteks ini waktu dan realita juga termasuk ke dalam tingkatan dimensi, tetapi coba anda baca baca lagi tentang tingkatan dimensi yang mengesampingkan waktu, jadi dimensi 1 sampai 10 bertahap berdasarkan tingkatan spasial. Sebagai ilustrasi, diatas ada gambaran proyeksi objek kubus 4 dimensi.

♦ 5 DIMENSI RUANG :
—————–
Waktu terasa lurus bagi kita yang hidup dengan memahami dimensi keempat. Tapi ini adalah hal yang sama seperti kita melihat dunia 3-Dimensi dalam perpektif 2-Dimensi, kita tidak tahu ternyata waktu telah memotong bahkan membelokkan kita, namun kita tidak sadar karena kita hidup di dunia 3-Dimensi, dan bahkan dunia 4-Dimensi baru kita sebatas memahaminya.

Dalam dimensi kelima kita bisa melihat pembelokkan dan pemotongan itu. Pembelokkan dan pemotongan itu menentukan nasibnya di masa depan dan di akibatkan oleh pilihannya sendiri, kesempatan, dan pengaruh orang lain. Ini sama seperti melihat satu garis namun bercabang, dengan cabang itu merupakan pilihan untuk nasibnya. Dalam 4-Dimensi orang hanya melihatnya seperti garis lurus setelah mengambil nasibnya, namun jika kita melihatnya secara 5-Dimensi kita bisa melihat kemungkinan nasib yang lain, hanya saja kita tidak bisa masuk ke nasib yang berbeda dari yang telah kita pilih.

Whywecannotseegod0

♦ 6 Dimensi Ruang :
——————-
Bagaimana jika kita ingin bertemu diri kita yang di masa kecil? Kita bisa memanipulasi dimensi keempat dari dimensi kelima dan kembali ke masa lalu. Tapi bagaimana jika contohnya seperti ini: anda ingin pergi dimana anda menjadi milyuner dengan anda kembali ke masa lalu dan misalnya membeli sebuah saham yang sangat menguntungkan dan kembali ke masa depan sebagai milyuner.

Apa itu bisa? Tentu tidak. Anda tidak akan bisa ke posisi milyuner itu, karena anda sudah mengambil nasib anda sebagai orang biasa. Ini seperti riak air, seberapa pun banyaknya air menetes ke genangan, ia tidak akan mengubah kenyataan bahwa keadaan air itu akhirnya akan tetap tenang. Anda tidak akan bisa dengan cara apapun, kesempatan apapun, dan pilihan apapun.

Tapi itu bukan berarti tidak bisa.

Kita bisa melakukannya dengan cara ini: Anda kembali ke masa lalu melalui dimensi kelima kemudian melakukan sesuatu yang memicu anda yang di dimensi keempat untuk membeli saham itu, dan anda pergi kembali ke dimensi kelima yang lain dengan anda sebagai milyuner. Ini adalah hal yang sulit dan berputar-putar.

Cara yang lebih efektif adalah begini. Kita membuat analogi cabang. Titik di paling bawah adalah anda di masa lalu, dan cabang sebelah kiri adalah anda di masa kini. Jika anda yang menjadi milyuner adalah cabang di sebelah kanan, maka kita hanya secara sederhana melipat dimensi kelima melalui dimensi keenam, memungkinkan kita pindah ke dunia masa kini yang memiliki kenyataan yang berlainan, yaitu anda dengan kekayaan yang berlimpah.

Secara teori, kalau anda bisa menguasai dimensi keenam, maka anda bisa memanipulasi masa depan dan masa lalu.

Mereka yang hidup di dimensi 1, 2, dan 3 sadar ada waktu, tapi mereka gak tahu cara memahaminya, karena kita yang hidup di dunia 3 dimensi pun gak akan pernah mengerti sampe kita bisa nguasain dimensi ke 5. waktu/durasi itu masih jadi pertanyaan di dunia fisika gan..

karena sejauh mata memandang di dimensi ke 4, waktu punya arah yang lurus dan searah, padahal di dimensi ke 5 bisa bercabang cabang dan di dimensi ke 6 bisa dibengkokkan atau dilipat.

♦ 7 Dimensi Ruang
—————–
Kita kembali ke dimensi kelima. Kita adalah kita yang dibentuk dari sejumlah pilihan, kemungkinan, dan aksi yang kita lakukan di masa lalu, sehingga memungkinkan kita untuk memilih berbagai macam kemungkinan akan diri kita.

Tapi dimensi ketujuh bisa kita analogikan bentuk besar dari dimensi kelima dengan memperhatikan aspek dimensi keempat, yaitu sebuah garis. Taruhlah seperti ini: alam semesta kita memiliki awal yang kita sebut ledakan dahsyat (big bang) dan bisa diakhiri dengan berbagai macam cara, seperti big freeze/heat death, big crunch, big rip, dan sebagainya sehingga ada kemungkinan yang tak terhingga untuk mengakhiri alam semesta ini. Lalu kita memberikan garis pada berbagai kemungkinan itu, maka itu adalah garis 4-Dimensi untuk masing-masing kemungkinan, memberinya dimensi kelima, dan dengan melipatnya antar cabang akan di dapat dimensi keenam.

Jadi, pada dimensi ketujuh, kita akan memperlakukannya (dimensi keenam — big bang hingga kemungkinan yang tak hingga itu) sebagai satu titik. Titik itu kita sebut sebagai konsep yang kita kenal akan ketidak terbatasan atau ‘infinitas.’

♦ 8 Dimensi Ruang
——————
Kita telah menerima konsep infinitas ini, namun kita baru saja masuk di dimensi ketujuh. Untuk masuk ke dimensi kedelapan kita butuh yang ‘lebih dari dari tak terbatas.’ Tapi apa yang bisa lebih dari tak terbatas? Jawabannya adalah ke tidak terbatasan yang lain.

Jika tadi titik tak terbatas itu merupakan sebuah alam semesta dengan awal big bang yang dihubungkan dengan garis ke segala kemungkinan yang bisa terjadi pada alam semesta ini yaitu alam semesta kita. Maka ketidak terbatasan lainnya adalah alam semesta lain dengan awal yang lain (tidak dengan big bang), aturan yang lain, dan gaya fundamental yang lain, dan menghubungkannya dengan segala kemungkinan yang bisa terjadi pada alam semesta itu.

Dimensi kedelapan adalah garis yang menghubungkan alam semesta kita dengan segala kemungkinannya kepada alam semesta lain dengan segala kemungkinannya sendiri. Namun ia tidak hanya sekedar garis, tapi ia akan menghubungkannya dengan garis yang lain, yang memotong garis itu sehingga menghubungkannya dengan alam semesta yang lain juga dengan segala kemungkinannya sendiri.

♦ 9 Dimensi
—————–
Jika kita kembali gunakan analogi cabang, seperti pada dimensi ketiga dan dimensi keenam. Kita bisa melipat antar dimensi kedelapan melalui dimensi kesembilan. Sehingga jika kita bayangkan seekor semut yang berjalan di cabang itu menuju suatu titik dan keluar dititik yang berbeda, itu diakibatkan karena adanya lipatan atau ‘kedalaman (dalam dimensi ke tiga).’

Secara teori, kalau anda bisa menguasai dimensi kesembilan anda bisa pergi ke berbagai alam semesta dengan awal yang berbeda dengan alam semesta kita, dengan akhir alam semesta yang berbeda-beda juga satu sama lainnya.

Secara umum ini dia yang dianggap teori multiverse, teori dimana alam semesta tidak hanya satu, melainkan ada tak terbatas. Dan ya, teori superstring tidak membatasi kita untuk pergi ke alam semesta yang satu dengan lainnya.

♦ 10 Dimensi (10-cube atau Dekeract)
———————————————–
Kita pada dimensi kesepuluh akan menganggap semua cabang dari semua kemungkinan alam semesta yang ada dengan segala kemungkinan yang terjadi dengan kemungkinan-kemungkinan yang ada sebagai sebuah titik. Kembali titik ini merupakan infinitas!

Inilah mengapa kita menghadapi batas. Tapi jika kita terus mengikuti siklusnya, mulai dari titik, kemudian melanjutkannya dengan garis, potongan, dan lipatan itu boleh saja, tapi tidak ada lagi tempat yang bisa dituju! Tampaknya sebuah multiverse adalah titik terakhir dimana itu adalah perjalanan terakhir bagi kita. Dimensi ke sepuluh itu kayak multiverse yang kita anggap satu titik. semua kemungkinan alam semesta yang ada dengan semua kemungkinannya, multiverse seperti kolam dan tiap tetes airnya itu alam semesta yang gak terhitung berapa banyaknya.

Penutup :
———-
Jika kita menganggap teori string itu seperti senar yang bergetar, maka superstring adalah senar yang bergetar namun dengan oktaf yang lebih tinggi.

Teori superstring menjelaskan bahwa setidaknya dibutuhkan 10 dimensi untuk sebuah superstring agar bergetar. Dan superstring nampaknya menjelaskan fungsinya sebagai penjelma partikel subatomik, dan gaya-gaya fundamental yang bekerja diberbagai alam semesta dalam multiverse. Dengan kata lain, ia mengatur segala kemungkinan yang ada dalam dimensi kesepuluh. Ini adalah yang terlihat sebagai konsep ketika kita membangun imajinasi kita tentang 10 dimensi yang terbuat tertimpa satu sama lain. Dengan kata lain, teori ini dapat menjelaskan tentang segala halnya, mendapatkan kandidat sebagai Teori Segalanya.

Tapi ada lagi teori lain. Teori yang menjelaskan bahwa ada lagi satu dimensi tambahan, yaitu teori Membran (M-Theory) yang dianggap pemersatu lima teori dasar teori string. Satu dimensi tambahan, dimensi kesebelas dianggap penting karena akan menjelaskan teori supergravitasi.

Akan tetapi apa yang menjadi batasan adalah bahwa tidak ada yang lebih dari sebuah titik yang nilainya tidak terhingga. Kita dapat menganggapnya singularitas, tak ada nilai, melainkan sebuah limit, sebuah dinding, bahwa mungkin saja memang ada kekuatan yang lebih besar bahwa sebuah dinding itu tidak bisa ditembus.

Atau sebaliknya, dinding itu memang harus ditembus.

Tentang Multiverse walaupun teori nya logis tp karena ga ada bukti ya ga bisa 100% dipercaya juga, Masalah dimensi lain, tergantung orang yang meng-klaim telah mengetahui dan menemukan dimensi lain yang dimaksud, apakah dia mampu memberikan bukti empiris dengan kajian ilmiah? Bedanya science dan philosophy bahwa science/physics itu bisa di-uji.

P.S:
Dimensi itu bukan dan ruang dan waktu ataupun terdiri dari ruang dan waktu. Ruang dan waktu itu MEMPUNYAI dimensi. Dimensi itu seperti parameter. Jumlah minimal dari koordinat yang diperlukan untuk menentukan sebuah titik. Jadi istilah “dimensi” itu tidak harus digunakan terbatas pada ruang dan waktu saja. Nah, sejauh ini yang dapat divalidasi ialah alam semesta kita ialah 3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu.

Dimensi itu mathematical construct, jadi seharusnya kalau mau menjelaskan dimensi ya harus menggunakan matematika juga, tapi sayangnya saya bukan mathematician, mungkin disana ada yang expertise dalam math atau sebagai mathematician, chat aja, memang kita lagi butuh field itu untuk dijadikan sebagai moderator/admin😀

*Credit to: Qidran (Dengan Perubahan)
*Sumber : TenthDimension, Wikipedia, Universe Today
*Sumber Gambar: Google, NASA, Wikipedia

Additional References:
www.youtube.com/user/10thdim
www.mission-base.com/tamiko/theory/cm_txts/di-ch2.html

One response to “Dimensi-dimensi Ruang di Alam Semesta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s