Double Degree

Tanggal 16 Oktober 2013, akhirnya saya melaksanakan sidang komprehensif. Sebuah perjalanan yang tidak mudah untuk jadi seorang sarjana. Sidang komprehensif ini berjarak sekitar 2 minggu dari waktu saya sidang kolokium. Perasaan waktu sidang komprehenif ini tegang sekali. Di dalam ruangan ada 3 dosen, yaitu 2 orang pembimbing dan 1 orang penelaah. Berbeda dengan sidang komprehensif gelombang sebelumnya yang ada 5 orang ditambah orang dari program studi dan sekretaris. Teman-teman saya bilang, “ah sidang kompre mah ga usah belajar, gampang kok gampang pertanyaannya.”, tapi ternyata tidak demikian dengan saya, saya mendapat pertanyaan yang cukup banyak dari tiap dosen penguji di ruang itu. Tapi tidak apa-apa, ini berarti kualitas saya benar diuji dan saya puas dengan hasilnya. Alhamdulillah saya lulus!. Dinyatakan lulus menjadi seorang sarjana pada pukul 14.30 WIB.

Hal-hal yang bikin tegang itu saat yudisium, dibacakan hasil sidangnya. Lalu sambutan dari pada dosen yang membuat saya hampir meneteskan air mata, dan ketua sidang sekaligus dosen wali saya bilang, “Silahkan Krisna, ada yang ingin disampaikan?”, lalu saya berbicara seperti ini :

Pertama-tama saya ucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT, lalu saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Evi sebagai pembimbing sekaligus dosen wali atau orang tua saya selama saya di kampus yang telah membimbing saya dari semester satu kuliah disini. Terima kasih kepada Bapak Ankiq sebagai pembimbing, juga tidak lupa kepada Prof. Masjamsir selaku penelaah yang telah membantu meyempurnakan skripsi ini. Atas bantuan bapak dan ibu dosen sekalianlah saya dapat berdiri disini, menyempurnakan skripsi ini dan meyelesaikan studi Strata 1 perikanan Unpad.

Sarjana perikanan ini (S.Pi.) adalah gelar akademis kedua yang saya peroleh sesudah saya menyelesaikan studi Diploma 1. Dengan menyandang gelar baru sebagai seorang sarjana, mudah-mudahan saya dapat mengabdi kepada masyarakat dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat serta menjaga nama baik almamater Universitas Padjadjaran. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu dosen sekalian atas ilmunya yang bermanfaat.

Saat menyampaikan itu saya sedih. Saya past rindu saat-saat seperti ini, bimbingan sama mereka, ngejar-ngejar minta tanda tangan mereka, nunggu di depan ruangan mereka, ngobrol, juga kadang mendengarkan curhatan mereka seolah mereka ini pacar saya. Yang paling kangen mungkin dari dosen wali, saya dibimbing oleh beliau selama 4 tahun banyak sekali moment yang telah dilewati, dan terakhir ini waktu kita syuting kampus lama kita yang berada di Dago, Bandung untuk acara ulang tahun Fakultas.

Double degree, saya menyebut itu karena saya lulus sarjana dengan membawa 2 gelar, dari D1 lalu S1. Saya seperti ini bukan karena saya pintar, tapi saya mempunyai orangtua yang hebat. Karena sehebat dan sedewasa apapun kita nantinya, tetap saja dimata orangtua kita, kita adalah anaknya yang lugu.

Tantangan hidup selanjutnya akan dimulai. Seperti yang pernah saya baca, bahwa ‘kuliah itu untuk melatih cara kita berpikir, bukan untuk modal kerja.’

Salam,
Krisna Eka Pratama, QCMAS., S.Pi.

Sidang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s